Jumat, 01 Juli 2011

Joged gandrangan, tarian pergaulan bali

PELAYANG BLOG -DENPASAR, Joged gandrangan, tarian pergaulan rakyat dari Desa Pengotan, Kabupaten Bangli, yang sempat vakum selama 50 tahun, kembali dipertontonkan untuk pertama kalinya dalam Pesta Kesenian Bali ke-33 di Panggung Angsoka, Taman Budaya Denpasar. "Setelah musibah meletusnya Gunung Agung pada tahun 1960 -an yang mengenai desa kami, joged gandrangan tak ada yang menarikannya lagi," kata Ketut Suarno, Prajuru Adat Desa Pengotan, di Denpasar, Kamis (30 /6). Dia mengatakan, seiring dengan musibah itu, joged gandrangan pun ikut terkena imbasnya. "Kesenian ini menjadi seakan menghilang dan tak ada lagi yang menarikannya di desa kami," ujarnya. Tarian itu pada tahun 1940- an, sangat eksis di Desa Pengotan. Biasanya sekaa atau kelompok tarian itu akan berkeliling desa untuk menghibur masyarakat selama dua sampai tiga hari. Mereka berkeliling itu sudah menggunakan pakaian lengkap untuk pementasan, apabila ada orang yang membayar atau barulah kelompok tersebut mulai menari. Suarno menjelaskan, jumlah penari beserta penabuh joged itu tidak begitu banyak, hanya 10 orang. Penari yang berjumlah maksimal dua orang tersebut diiringi gambelan atau musik tradisional berbahan bambu. "Perbedaan mendasar joged gandrangan dengan tarian lainnya adalah irama dan bahan gambelannya serta hiasan rambut yang digunakan penarinya, yakni menggunakan hiasan rambut berbahan kain putih dan tidak menggunakan rambut asli," katanya. Dia menuturkan, dalam aturan tarian tersebut tidak ada penari yang melakukan tunjukan (jawatan). Penonton yang ingin menari bersama sang penari tinggal masuk ke arena pementasan dan mengikuti alunan gambelan. "Jika ada penonton lain yang ingin menari, maka orang yang menarin sebelumnya wajib berhenti dan memberi kesempatan kepada orang lain," ujarnya. Biasanya setelah berkeliling pentas, kelompok tarian itu akan menghitung penghasilannya kemudian dibagikan kepada seluruh anggotanya untuk membeli berbagai keperluan hidup.(Ant/OL-2)

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More