Minggu, 08 Mei 2011

Perkawinan unik suku kubu di jambi

PELAYANG BLOG- jambi, Suku kubu mendiami wilayah Batang Bungo + 60 orang yang tinggal, tidak menetap dan berpindah dari sungai yang satu ke sungai yang lainnya. Hampir semua suku menganut kepercayaan animisme yang mempercayai adanya kekuatan ghaib seperti batu, pohon yang besar mempunyai ghoibnya. Anehnya lagi makanan dari suku kubu ini adalah food gattering yaitu makanan yang dihasilkan dari alam seperti umbi umbian, buah salak, buah rotan dan lain - lain. Adapun makanan pokoknya yaitu ikan bulan dan ikan bukit yang ada disekitar hutan yang didiami suku tersebut. Ikan bulan yaitu labi - labi dan ikan bukit yaitu ular.Uniknya perkawinan suku kubu pada musim buah - buahan. Didalam suku kubu, buah - buahan merupakan syarat antaran dari mempelai laki - laki untuk melamar pihak perempuan. Sebelum melamar pihak laki - laki mengirim utusan ke tempat pihak perempuan dengan maksud apakah pihak perempuan sudah ada calon dari lelaki lain atau tidak. Jika tidak ada, maka pihak laki - laki akan melamar pihak perempuan. Setelah kedua belah pihak sepakat, maka keluarga dari pihak laki - laki dan perempuan akan mengawinkan anaknya pada hari tertentu. Maka dibuat kata sepakat untuk menentukan tempat berlangsungnya perkawinan. Menurut pengakuan suku kubu, tempat untuk berlangsungnya perkawinan yaitu di suatu sungai yang ada lubuknya (sungai yang dalam). Setelah perkawinan dimulai, kerabat dekat dan sanak dekat diundang untuk datang ke pesta dengan membawa buah - buahan seperti salak hutan, buah rotan, dll. Sesudah itu maka kaum kerabat mempersiapkan kayu yang besarnya sebesar paha, lalu dibuang kulitnya dan terus diberi oli supaya licin. Kayu tersebut diletakkan diatas sungai yang panjangnya + 4 meter. Guna kayu tersebut untuk meniti pada waktu ijab kabul. Setelah sampai hari yang telah ditentukan maka orang tua perempuan dan mempelai laki - laki siap mengadakan ijab kabul. Adapun bunyi ijab kabul suku kubu adalah sebagai berikut :RUAK - RUAK RUKU - RUKUKURO - KURO MANJAT DINDINGTACACAK BENDO AKUJADI DARAH, JADI DAGING. Setelah ijab kabul dibaca, lalu penganten laki - laki meniti kayu yang sudah dikuliti. Dan kalau terjatuh harus diulang sampai tiga kali. Kalau tidak berhasil sampai tiga kali, maka penganten perempuan harus menyiram kayu tersebut. Seteleh tiba diseberang sungai, penganten perempuan menyambut penganten laki - laki dan dibawa ke suatu tempat pelaminan yang ditutupi dengan daun kayu. Pelaminan tersebut berukuran kira - kira 2 x 3 meter. Menurut adat suku kubu, selama tiga hari tiga malam penganten tidak boleh diganggu dan didekati. Bila ada orang atau kerabatnya yang mau mendekati maka orang tersebut harus bersiung (menyahut) terlebih dahulu. Jika tidak bersiung berarti orang tersebut sudah melanggar adat. Uniknya lagi tentang perceraian suku kubu, untuk memutuskan hubungan suami isteri, yang mereka lakukan cukup dengan mengambil sepotong kayu dan dibuang di depan isterinya, maka jatuhlah talak satu. Demikianlah tulisan ini yang disampaikan berdasarkan informasi dari salah seorang warga suku kubu yang berada diwilayah Muara Buat Kecamatan Bathin III Ulu.
Sumber:http://www.bungokab.go.id

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More