Minggu, 24 April 2011

Menikmati Hidangan Laut Khas Tungkal

PELAYANG BLOG -JAMBI, Tumis siput, kepiting berikut butiran-butiran telurnya, ikan pari bakar.... Itulah hidangan laut khas kota Kuala Tungkal, Jambi. Bahan-bahan santap lezat itu diambil segar-segar dari pesisir timur Jambi yang melimpah hasil lautnya.
Kami mengunjungi kampung nelayan di muara Sungai Batanghari di Kuala Tungkal, Jambi. Sejumlah nelayan baru saja kembali dari melaut dengan membawa hasil tangkapan mereka, berupa siput, kepiting, udang getak, kerang, bawal, pari, dan tenggiri.
Tanpa menunggu lama, kami segera menuju ke Rumah Makan Setia Jaya di Jalan Andalas, yang menurut petugas hotel merupakan salah satu tempat terbaik di Kuala Tungkal yang menyediakan hidangan laut.
Duduk di halaman restoran sederhana yang luas ini, sambil menunggu makanan terhidang, kami dapat menikmati suasana pesisir laut yang begitu nyaman. Angin berembus lembut menyentuh kulit, dalam malam yang cerah. Dari jarak hampir 10 meter, aroma masakan mulai tercium.
Hidangan pesanan pun tersaji satu demi satu: kepiting saus tiram, tumis siput, pari bakar, dan tumis kangkung. Hanya butuh kurang dari 30 menit, semua hidangan itu pun habis tersantap.
Menurut Robinson, salah seorang pelanggan setempat, setiap kali berkunjung ke rumah makan ini, ia hampir selalu memesan tumis siput dan pari bakar yang merupakan menu-menu khas hidangan laut di Kuala Tungkal. "Saya lebih suka siput ditumis saja dengan bumbu sederhana karena rasa dagingnya sudah nikmat," tuturnya.
Sebelum ditumis, siput direbus terlebih dahulu sekitar 10 menit. Setelah itu, campuran bumbu ulek cabai merah, bawang merah, dan bawang putih digoreng dengan sedikit minyak hingga wangi, lalu dicampur dengan siput.
Adapun siput dihidangkan masih dalam tempurungnya sehingga kami membutuhkan tusuk gigi untuk mencungkil daging siput. Daging yang keluar dari balik tempurung itu begitu lembut dan hangat, membuat lidah ketagihan. Daging siput yang telah dicungkil sesekali dicocol ke dalam kuah tumis dalam piring. Rasanya agak pedas, namun segar. Satu per satu, semua siput yang terhidang dalam sebuah piring besar itu pun dengan cepat habis.
Daging kepiting tak kalah nikmatnya. Setelah membuka cangkang kepiting, kami dapat menikmati daging yang tebal dan padat, namun lembut. Salah satu keunikan kepiting ala Kuala Tungkal adalah terdapat telur di bagian dalamnya. Tampaknya pengelola rumah makan tahu betul selera pelanggan. Ketika kami memesan kepiting, si pelayan menanyakan apakah kami menginginkan yang ada telurnya.
Tak lama, kepiting tersaji lengkap dengan telurnya yang berbentuk butiran kecil berwarna jingga di dalam cangkang. Sungguh nikmat. Namun, pengidap kadar kolesterol tinggi harus berhati-hati untuk tidak memakannya secara berlebihan.
Ikan pari tak kalah nikmat. Dagingnya yang lembut dibakar dengan bumbu sedikit pedas dari olahan cabai dan bawang. Mengingat ukurannya yang cukup besar, pari biasanya terhidang tidak satu ekor utuh, tetapi dalam bentuk potongan lebar, tentunya juga agar bumbu lebih meresap ke dalam daging.
Menurut Ati (32), pengelola Rumah Makan Setia Jaya, sebagian besar pengunjung umumnya selalu memesan pari bakar selain bawal kukus dan tenggiri bakar. Namun, pihaknya juga menyediakan ikan senangin, sembilang, kakap, udang, dan kerang sebagai pelengkap.
Rumah Makan Setia Jaya berdiri sejak 1994 . Usaha yang dibangun oleh Ajuddin (67 ) ini semula berada di dekat Kampung Nelayan. Namun, karena mengalami musibah kebakaran tak lama setelah berdiri, Setia Jaya pun dipindahkan ke Jalan Andalas hingga kini. Rumah makan ini buka setiap hari sejak pukul 09.00 , tetapi khusus menyediakan menu hidangan laut mulai pukul 17.30 hingga 22.30.
Kepiting besar
Selain Setia Jaya, tempat makan yang juga terkenal menyediakan hidangan laut khasnya adalah Restoran Nikmat di Jalan Sriwijaya. Berbeda dengan Setia Jaya, hidangan laut di restoran ini sudah ada sejak pagi.
Melintasi jalan ini, Restoran Nikmat memang tidak terlalu tampak karena bagian depannya ditempati warung internet. Namun, masuk sedikit ke dalam bangunan, sejumlah pelayan langsung menyambut dalam sebuah ruangan besar penuh meja dan kursi. Menu hidangan di tempat ini pun lebih beragam, mulai dari asam manis, asam pedas, goreng tepung, tumis, saus tiram, hingga bakar dan sop.
Para pejabat yang berkunjung ke Kuala Tungkal umumnya menyempatkan diri mampir di Restoran Nikmat. Selain menunya lebih beragam, kepiting yang menjadi andalan menu setempat berukuran besar. "Kalau makan kepiting di sini puas betul, tapi memang harganya jadi lebih mahal," tuturnya.
Tidak hanya kepiting, udang goreng yang kami pesan pun tersedia dalam ukuran besar, dibalut dengan kulit tepung yang renyah dan empuk. Dagingnya pun terasa segar. Hmm....
Editor: I Made Asdhiana Sumber : Kompas Cetak
wisata,

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More