Sabtu, 05 Februari 2011

Tinggal Dalam Kelas, Ruangan Terpaksa Disekat

PELAYANG BLOG - Tebo,UMAR Bakri atau guru belum sepenuhnya mendapat perhatian. Paling itdak itulah gambaran guru-guru di SD 215 /VIII Embacang Gedang, kecamatan Muara Tabir, kabupaten Tebo. Sekolah ini bediri pada 2004 lalu, saat ini memiliki empat lokal dan satu ruang guru. Sejumlah guru terpaksa tinggal di ruang sekolah. M Zaki (32) seorang guru Agama di SD setempat, berpenampilan sangat sederhana. Tidak ada sepertinya yang bisa ia banggakan. Menyandang predikat sebagai tenaga didik, belum menjamin kehidupannya mulai. Saat ini ia terpaksa menyekat sebagian ruang kelas sebagai tempat tinggalnya bersama keluarganya. Karena sekolah belum memiliki perumahan guru.
Ruang kelas ini berukuran 6 x 8 meter, yang digunakan sebagai tempat belajar murid kelas VI. Sejak setahun lalu, sebagian ruangan telah disekat menggunakan triplek. Ruang sekolah yang disekat tersebut seluas lebih kurang 2 ,5 x 6 meter.
Diruang itulah Zaki bersama istri, dan satu anak serta mertuanya tinggal. Segala keperluan seperti alat memasak, kasur dan peralatan lainnya berbaur dalam satu ruang. "Terpaksa kita menyekat lokal menjadi tempat tinggal. Karena tidak ada tempat lain di sini. Perumahan guru belum ada,"katanya.
M Zaki, yanh warga seberang Jambi ini, sebenarnya tidak ingin tinggal di tempat seperti itu. Apalagi ruangan yang ada sempit bagi mereka tinggal dan listrik juga tidak ada. Namun itu dilakukan agar bisa lancar mengajar, dan tidak perlu berulang datang ke sekolah.
Setahun lalu, M Zaki sebenarnya pernah menumpang di rumah warga sekitar, seminggu sekali berulang dari Jambi. Namun istrinya tidak sanggup melihat dirinya terus beruang seperti itu. "Istri saya maunya tinggal serampak saya.
Saya bilang perumahan guru tidak ada, sedangkan numpang dirumah orang, istri saya tidak betah dan itu juga sulit dilakukan, karena saya bersama keluarga. Kepsek mengizinkan kami menyekat sebagian ruang sekolah ini,"katanya.
Hal yang sama juga dialami seorang guru kelas, Rukiyatul Hilal. Guru yang masih lajang ini menyekat lokal kelas V. Di dalam kelas itu ia membuat sebuah kamar yang berdinding terpal hitam seadanya, tanpa pintu, dan hanya ditutupi ordeng. Luasnya lebih kurang hanya 3 x4 meter. Di ruang tersebut, semua peralatannya pun menumpuk.
"Bagaimana lagi, cari tempat kos susah di sini, walaupun ada jauh dan mesti berulang. Kita tidak mungkin meninggalkan profesi kita, karena periuk kita di sini," katanya.
Karena lokal kelas tersebut disekat sebagai tempat tinggalnya, setiap murid selesai belajar, bangku- bangku dikumpulkan. Pagi harinya, di saat murid mau belajar bangku-bangku tersebut kembali disusun.
Kepsek SD Rujito dikonfirmasi mengatakan, sekolah yang dipimpinya keadaannya sangat terbatas. Saat ini ada 125 orang murid yang belajar di sekolah tersebut. dengan adanya sekatan ruang ini membuat proses belajar mengajar terganggu. "Akibat kelas disekat proses belajar terganggu,"katanya.
--------
sumber: http://www.bungoteboekspres.com

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More