Kamis, 18 November 2010

Lagu Melayu Jambi Kian Eksis

PELAYANG BLOG - Jambi, Karena kecintaannya pada budaya Melayu Jambi, membuat Ridwan SN tak mau untuk membawakan lagu selain lagu Jambi. Bahkan, kini dia juga telah mengaransemen lagunya dengan tidak menggunakan program musik lagi.
Lagu Sultan Thaha dan Dagang Manumpang, sudah biasa didengar oleh masyarakat jambi. Tetapi, saat ini dua lagu daerah Jambi tersebut, memiliki warna yang berbeda pada alunan musiknya. Permainan gitar dan alat musik lainnya lebih terdengar, bukan sekadar musik program.
Karena ingin lagu Melayu Jambi sifatnya tidak monoton, Ridwan SN, sang pembawa lagu berusaha memberikan nuansa baru pada lagu-lagu daerah Jambi yang dibawakannya tersebut. Aransemen musik setiap lagu sudah menggunakan alat musik lengkap, tidak sekadar music programming saja.
pria berkulit putih itu mengatakan, perubahan musik yang dilakukannya juga sebagai langkah untuk memajukan musik di Jambi. "Dengan begitu, anak muda di Jambi pun akan suka dengan lagu-lagu daerah Jambi," ujarnya.
Puluhan lagu-lagu daerah telah diciptakannya yang terdiri dari beberapa album. Untuk dua album yang dia ciptakan terakhir ini, semua telah menggunakan musik yang baru. Dan pada album terakhirnya: Jambe Keren, permainan musik di setiap lagu dibuat semakin menarik. Sebanyak 12 lagu dalam album terbarunya tersebut kini sering diperdengarkan di media elektronik lokal di Kota Jambi. Termasuk Jambi TV.
Kendati memiliki olah vokal yang sangat baik dan memiliki suara yang khas, ternyata pria kelahiran Bangko, 24 Juni 1969 itu enggan menyanyikan lagu selain lagu daerah Jambi. "Saya pernah ditawari untuk menyanyikan lagu pop saat rekaman di Jakarta, tapi saya tidak mau," jelasnya.
Menurutnya, dirinya ingin bisa mengembangkan lagu- lagu daerah Jambi ini sehingga bisa menjadi ciri khas daerah Jambi. Karena, dari hasil penelitian Ridwan, ternyata pada zaman dahulu, Provinsi Jambi kaya akan lagu daerah. Terbukti, Jambi merupakan provinsi yang memiliki koleksi lagu daerah tanpa pencipta (no name) terbanyak.
Untuk menciptakan karya- karya terbaiknya, Ridwan pun menggandeng penyanyi-penyanyi lokal yang menurutnya memiliki dialeg yang sesuai. "Karena mereka memiliki lidah tempoyak (istilah untuk dialeg Melayu Jambi), jadi pembawaan syair lagunya tepat," ujar Ridwan, lagi.
Selain sebagai pengubah musik lagu daerah Jambi pertama, dirinya juga merupakan pembuat nada sambung pribadi (NSP) lagu daerah Melayu Jambi pertama.
Ridwan juga berharap pemerintah memiliki perhatian pada lagu-lagu daerah. Serta, lebih penting lagi kepada lagu-lagu daerah tanpa pencipta untuk didokumentasikan. Agar suatu saat nanti, lagu- lagu tersebut tidak bisa diakui oleh negara lain sebagai miliknya.
Jika dahulu untuk proses rekaman lagunya, Ridwan selalu melakukannya di Jakarta, kini pada album terakhirnya telah dilakukannya di Provinsi Jambi. Baik untuk musik maupun untuk pengambilan video klip. "Kita sekarang sedang berusaha melakukannya sendiri," jelasnya.
Pria berambut ikal yang sudah di-bonding itu, berharap perubahan musik pada lagu-lagu daerah yang dibawakannya dapat disukai oleh masyakarat Jambi. Sehingga masyarakat bisa mencintai produk-produk lokal termasuk lagu daerah sendiri.(*)
Sumber: http://www.jambi- independent.co.id

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

1 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More