Jumat, 29 Oktober 2010

Ratusan Pendemo Datangi DPRD Tebo


PELAYANG BLOG - TEBO, Desak Bentuk Pansus dan Berantas Koruptor
AKSI demo kembali terjadi, kemarin ratusan mahasiswa dan aliansi gabungan mendatangi kantor DPRD kebupaten Tebo pada Kamis (28 /10 ) sekitar pukul 11.00 WIB. Demo yang bertepatan dengan hari sumpah pemuda tersebut merupakan dari Aliansi gabungan (HMI, KANOPI-KPA, Pelita dan Kaki Rimbo) dengan massa yang berjumlah sekitar 100 orang. Dalam aksi tersebut, Suku Anak Dalam juga ikut turun menyuarakan aspirasinya di depan gedung DPRD Kabupaten Tebo.
Aksi Demo Aliansi gabungan tersebut dimulai dari lapangan merdeka Muara Tebo dan Simpang Tugu, yang kemudian menuju Kantor DPRD Tebo, dan sepanjang jalan mereka terus berorasi, demikian juga saat sampai didepan gedung dewan, mereka juga terus menyuarakan tuntutan mereka hingga akhirnya pagar gedung DPRD Kabupaten Tebo yang dijaga oleh puluhan Polisi dan Sat POl PP dibuka.
Setelah lama berorasi didepan gedung DPRD mereka meminta agar anggota dewan keluar untuk menemui mereka, akhirnya ketua DPRD Agus Rubyanto yang didampingi wakil ketua Samsyu Rizal dan Wartono Triyan Kusumo serta Ketua BK DPRD, H Nasrun mendatangi
para demonstrans.
"Kami minta anggota dewan yang terhormat agar turun kesini, ikut panas-panas dengan kami, jangan hanya berdiri di situ, apakah perlu kami payungi jika memang takut panas, "ujar Oktaviandi, korlap aksi kemarin diikuti oleh yang lain saat melihat keempat anggota dewan tersebut, terkesan malas untuk ikut berpanas-panasan dengan massa.
Dalam orasinya, aliansi gabungan ini menyoroti tentang rencana dewan dalam pembentukan pansus listrik selain itu mereka juga mendesak agar pansus tersebut segera dijalankan, selain itu mereka juga meminta agar Dewan meninjau ulang izin setiap perusahaan yang ada di Kabupaten Tebo, serta tindak lanjut terkait penyertaan modal Pemkab Tebo pada TMA dan Aset Daerah, pembangunan Transmisi TVRI yang tidak berfungsi, pengadaan alat KIR dinas Perhubungan.
"Tolong tinjau ulang izin-izin perusahaan yang ada di Kabupaten Tebo, selama ini masyarakat hanya menjadi objek saja dan PAD yang masuk untuk Pemkab tidak layak. Hal ini karena kontribusi perusahaan yang ada di Tebo belum memadai dan tak sebanding dengan hasil yang mereka dapatkan, "ujarnya.
Selain itu mereka juga menyoroti bidang pendidikan, lingkungan hidup, bidang supremasi hukum dan bidang kebudayaan yang mereka nilai masih sangat jauh dari
harapan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut dewanpun akhirnya mengajak beberapa orang perwakilan dari mereka untuk duduk bersama membicarakan apa yang menjadi tuntutan mereka.
Dikatakan Agus Rubyanto, Dewan akan menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan dari para mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya sehingga permasalahan yang ada saat ini dapat diselesaikan.
Untuk pansus, dikatakan Agus Rubyanto, dewan telah memutuskan akan membentuk pansus, tinggal menentukan orang- orangnya saja dan saat ini sedang berjalan.
Sedangkan untuk permasalahan lainnya secepatnya akan dicarikan solusinya setelah sebelumnya dikumpulkan beberapa poin kesepakatan antara pendemo dan dewan.
Pendidikan
1. Tinjau ulang status RSBI dan MTs
2. Dukung Tes Keperawanan
3 . Realisasi PP 22 Tahun 2007
4. Anggarkan Pembangunan Perpustakaan Daerah
Lingkungan
1. Berantas PETI
2. Tinjau Ulang Perizinan Perusahaan
3. Komitmen Perusahaan Terhadap Masyarakat
4. Libatkan Masyarakat Dalam Kebijakan Kehutanan
Supremasi Hukum
1. PT TMA dan THC
2. Kasus Tranmisi TVRI
3. Pengadaan Alat KIR Dishub
4 . Tindak Lanjut 13 Perusahaan Yang Di Black List KPPU
5. Dugaan Fiktif Alat Laboratorium lingkungan hidup
Kebudayaan
1. Anggarkan Rumah Adat Setiap Kecamatan
Sumber : http://www.bungoteboekspres.com

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More