Jumat, 22 Oktober 2010

Bertanam Si Mata Naga di Pekarangan Rumah

PELAYANG BLOG - Jambi, MATA naga, demikianlah satu julukan yang diberikan kalangan penghobi tanaman untuk lengkeng. Nah, bagi mereka yang ingin mengasrikan pekarangan rumah, si mata naga yang bulat manis ini adalah pilihan cocok Satu di antara sekian alasannya adalah karena lengkeng ini mudah ditumbuhkembangkan sebagai tabulampot alias tanaman buah dalam pot.
Kini, untuk membudidayakan lengkeng kian mudah lagi menarik. Jika dulu tanaman buah ini identik sebagai tanaman yang cuma dapat tumbuh di dataran tinggi serta hanya mau berbuah setahun sekali, maka semua hal lama tadi bisa dilupakan. Kini, lengkeng mudah untuk dibudidayakan di dataran rendah semacam Jambi.
Ini karena ada varietas- varietas yang adaptif ditanam di dataran rendah. Varietas-varietas tersebut, menurut kalangan nurseri Jambi yang disambangi Tribun beberapa waktu lalu, datang dari mancanegara, yaitu Thailand.
"Itu bisa tiga sampai empat kali setahun berbuah. Setiap berbuah sekitar dua kilogram," kata Mila, pemilik Depot Bunga Devint di Jalan HOS Cokroaminoto, Simpang Kawat, Kota Jambi ketika menerima kunjungan Tribun beberapa waktu lalu. Ujar istri dari Sugiharto, seorang pria asal Pati-Jawa Tengah yang selain berbisnis tanaman juga menangani pengerjaan tanaman itu, lengkeng cocok dan mudah dibudidayakan sebagai tabulampot
Agar lengkeng tumbuh dengan baik, Mila menyarankan pot tempat penanamannya diisi oleh campuran tanah, sekam dan tahi sapi atau kambing. Perbandingan bisa relatif setara satu sama lain. Selain itu, Mila menyarankan untuk memupuk lengkeng memakai pupuk kandang berupa tahi kambing bakar setiap enam bulan sekali, juga menyirami tanaman tersebut rutin setiap pagi.
Di nurseri yang dikelolanya bersama sang suami itu antara lain ada empat jenis lengkeng tabulampot. Itu semua adalah Diamond River, Puang Rai, Pingpong, serta Aroma Durian.
Ukuran tanaman lengkeng yang dijual di nurseri tersebut bervariasi antara semeter hingga dua meter. Banderol harga untuk yang setinggi semeter adalah Rp 400 ribu, sedangkan untuk yang setinggi dua meter berbanderol Rp 1 ,5 juta.
"Banyak orang suka jenis Pingpong. Tapi kalau saya sendiri, favorit saya adalah Puang Rai. Buah Puang Rai itu wangi, masih mentah pun manis dan berdaging tebal," kata Mila ketika ditanya Tribun tentang lengkeng yang banyak disukai pengunjung nurseri serta yang menjadi favoritnya.
Pilihan lebih beragam lengkeng yang mampu tumbuh baik di dataran rendah ada di Tunggul Semi Nursery, Jalan Agus Salim 56 A, Kotabaru, Kota Jambi. Nurseri yang dikelola oleh Andrik (46 ) serta Evi (53 ) ini menyediakan lengkeng Puang Rai, Gading, Pingpong, Aroma Durian, serta Diamond River. Di sini tanaman lengkeng berukuran tinggi sekitar 60 centimeter dibanderol seharga Rp 150 ribu, sedangkan lengkeng yang berukuran tinggi hingga dua meter dibanderol Rp 3 ,5 juta.
"Tanaman buah semacam lengkeng ini peminatnya selalu ada, tergolong stabil," kata Andrik kepada Tribun pada Kamis (7 /10) siang. Ini dikatakannya ketika membandingkan minat terhadap tanaman buah termasuk lengkeng dengan tanaman hias yang terkadang mengalami booming, tapi kemudian kerap anjlok harganya.
Menurut Andrik, tak ada masalah berarti untuk menumbuhkan lengkeng sebagai tabulampot di daerah Jambi ini. Hanya saja, ia mengaku bahwa varietas Puang Rai jadi lebih berair jika ditanam di kota ini.
Siang itu, Andrik sempat mengantar Tribun berkeliling nurserinya dan memerlihatkan sejumlah koleksi lengkeng yang hampir matang buahnya. Kepada Tribun, Andrik pun berbaik hati menerangkan secara singkat perbedaan masing-masing varietas lengkeng, yang antara lain bisa ditandai dari ukuran buah, tebal daging buah, juga bentuk dan panjang daun.(kelik prirahayanto)

sumber:http://www.tribunjambi.com

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More