Kamis, 02 September 2010

Terumbu karang kuno ditemukan di Pasifik


PELAYANG BLOG - Tim peneliti Australia dan Selandia Baru menemukan gugusan karang kuno berusia 9.000 tahun di dekat Pulau Howe, 600 kilometer sebelah timur Australia.
Selain tua, gugusan terumbu karang ini juga berukuran sangat besar yaitu hampir 30 kali ukuran terumbu karang modern.
Para peneliti berharap gugusan karang kuno ini bisa memberikan banyak informasi soal pengaruh meningkatnya suhu lautan terhadap kelangsungan hidup terumbu karang.
Tim peneliti yang dipimpin Colin Woodroffe dari Universitas Wollongong Australia bersama para peneliti dari Geoscience Australia menemukan daerah seperti perbukitan pada kedalaman 30 meter di Laut Tasmania.
Tim peneliti langsung menduga tempat itu adalah sebuah gugusan terumbu karang kuno. Ukuran dan bentuk 'perbukitan' itu bisa dipetakan dengan alat yang disebut multi-beam echo sounding. Namun kepastian bahwa tempat itu merupakan gugusan terumbu karang baru bisa dipastikan setelah para peneliti mengambil sejumlah contoh.
Mengambil contoh
Namun mengambil contoh bebatuan dari dasar Laut Tasman sangat sulit karena cuaca dan kondisi laut cepat sekali berubah. Sehingga tim peneliti menggunakan mesin bor yang dikendalikan dari atas kapal.
Setelah contoh bebatuan diperoleh dan kemudian dilakukan uji coba maka diperoleh kepastian bahwa tempat itu adalah sebuah gugusan terumbu karang. Dan dengan tes radio karbon maka usia terumbu karang itu bisa dipastikan.
Tim peneliti menduga kematian terumbu karang ini disebabkan banjir yang disebabkan naiknya permukaan air laut sekitar 7.000 tahun lalu.
Namun, suhu laut di belahan selatan Bumi juga membatasi pertumbuhan karang. Itulah sebabnya mengapa gugusan karang kuno berukuran lebih besar ketimbang gugusan karang modern.
Di terumbu karang kuno ini terdapat karang-karang yang usianya lebih muda yaitu sekitar 2.000 tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa terumbu karang kuno seperti ini bisa menjadi habitat yang cocok bagi karang yang kemungkinan bisa berkembang saat suhu laut meningkat.
Di belahan utara Bumi, seperti di Florida dan Bermuda, terumbu karang di kedua tempat ini memiliki ukuran yang relatif kecil.
Artinya, suhu laut yang meningkat sangat berbahaya bagi terumbu karang di kawasan tropis yang lebih panas. Namun, ini juga berarti di kawasan yang lebih dingin di belahan utara dan selatan Bumi terumbu-terumbu karang baru terus berkembang.
:-)

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

1 Komentar:

wah....Mantaf juga tu...?
Di indonesia ada ga ya??

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More