Jumat, 17 September 2010

Perang Antardesa di Tebo, Rumah dan Motor Dibakar


MUARATEBO - Bentrokan antarpemuda di Tebo, pada Hari Raya Idul Fitri Jumat (10 /9 ) lalu berbuntut panjang. Dini hari kemarin (15 /9 ), ratusan warga Desa Pagar Puding Ulu dan warga Desa Sungai Rambai kembali terlibat bentrok. Perkelahian massal menggunakan senjata tajam dan senjata api itu terjadi di perbatasan Desa Sungai Rambai, sekitar pukul 02.00.
Belum diketahui jumlah korban yang jatuh dari insiden dua desa bertetangga itu. Informasi di lapangan menyebutkan, beberapa korban dikabarkan telah dilarikan ke rumah sakit. Satu rumah dan dua sepeda motor dibakar, serta lima rumah di rusak dalam kejadian itu.
Sampai saat ini suasana di perbatasan desa tersebut masih tegang dan dijaga ratusan aparat keamanan gabungan TNI/Polri. Aparat ini bukan hanya dari Polres dan Kompi Tebo saja, tapi juga bantuan dari anggota Kodim Bungo-Tebo, Polres Bungo dan aparat dari Kabupaten Merangin dan Polda Jambi.
Keterangan yang berhasil dirangkum dari warga setempat menyebutkan, bentrok tersebut bermula dari percekcokan antara pemuda dua desa itu pada Jumat (10 /9) lalu --Hari Raya Idul Fitri-- lalu. Saat itu, enam pemuda Pagar Puding dipukul oleh pemuda Desa Sungai Rambai saat melintas di desa tersebut.
Tidak terima dengan perlakuan tersebut, kemudian pemuda Pagar Puding meminta agar pemuda Sungai Rambai menangkap dan menyerahkan pemuda yang memukul temannya itu. Karena belum juga mendapatkan pelaku yang melakukan pemukulan, warga Pagar Puding melakukan penyerangan dengan mengerahkan massa yang didominasi kalangan pemuda dan pria paruh baya.
Penyerangan itu mereka lakukan sekitar pukul 02.00 dini hari, kemarin. Mereka melakukan pembakaran dan perusakan rumah yang berada di pinggir Desa Sungai Rambai. Warga Sungai Rambai langsung melakukan perlawanan dan terjadilah "perang" sengit antara kedua kelompok massa.
Tidak berhenti sampai di situ saja, pagi hari hingga menjelang siang kemarin, "perang" sengit kembali terjadi. Dengan menggunakan senjata tajam, lemparan batu dan kayu, serta senapan angin dan senapan api jenis kecepek, kedua kelompok masaa saling serang. Beberapa korban berjatuhan karena terjangan peluru dan dilarikan ke rumah sakit.
Untuk mengamankan situasi, aparat dari TNI dan Polri setempat segera turun ke lokasi. Awalnya massa bergeming dan tetap terlibat bentrok dengan saling menembakkan senapan angin, kecepek dan lemparan batu.
Aparat tidak dapat berbuat banyak dan berusaha menyelamatkan diri dari serangan warga dua desa. Aparat pun segera meminta bantuan polres dan kodim terdekat yang langsung mengerahkan pasukan anti huru hara dan brimob.
Bantuan datang dari Kodim Bute dan Polres Bungo serta Merangin. Bahkan dari Polda Jambi juga turun ke lokasi untuk ikut mengamankan dan menenangkan warga.
Hingga sore kemarin, suasana di dua desa tersebut masih siaga dan dalam pengamanan aparat untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan lanjutan. Dan hingga sore kemarin, wartawan belum bisa mendapatkan konfirmasi resmi dari kepala desa kedua desa yang bentrok, karena mereka masih sibuk berjaga dan berusaha menenangkan warganya.
Kapolres Tebo AKBP M Arifin membenarkan bentrok antara dua desa itu merupakan buntut dari kejadian pada Hari Raya Idul Fitri lalu. "Hingga kini aparat keamanan terus berjaga- jaga di lokasi, dan terus mengupayakan mediasi dari dua belah pihak yang bertikai. Saya telah bertemu dengan tokoh masyarakat kedua desa, dan mereka siap untuk saling bertemu untuk membahas perdamaian," katanya kepada Jambi Independent, kemarin (15 /9).
Menurut kapolres, sore kemarin kondisi di tempat kejadian mulai berangsur- angsur kondusif. Aparat keamanan akan terus berada di lokasi kejadian hingga kondisi kembali normal.(usa )
sumber: http://www.jambi-independent.co.id

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More