Sabtu, 18 September 2010

Modus Baru, Pelaku kejahatan


PELAYANG BLOG-JAMBI, Aksi kejahatan gaya baru,
Kejahatan ini terjadi di Jambi,
dan mungkin juga akan ada di kota2 lain.
Seperti berita berikut ini, yang di kutip dari-JAMBI-INDEPENDENT-
modus ini tergolog baru dan dengan mudah membuat sang korban terkecoh.
Pelaku pura-pura menjatuhkan dompet berisi emas di jalan. Begitu korban mengambil dompet tersebut, pelaku langsung beraksi melancarkan jurus tipuannya. Menurut catatan polisi, dalam sepekan terakhir sedikitnya sembilan orang jadi korban hipnotis. Tiga di antaranya sudah melapor ke polisi. Salah seorang anggota komplotan penjahat menggunakan 'ilmu sihir' itu berhasil diamankan polisi.
Sebelumnya, pelaku yang diketahui bernama Reno (24 ), warga Simpang Pulai, Kota Jambi itu sempat digebuk massa setelah tertangkap tangan sedang beraksi, Kamis (16 /9) malam lalu. Saat ini pemuda pengangguran itu diamankan di Polsekta Telanaipura.
Menurut informasi, Reno ditangkap massa ketika sedang beraksi, menghipnotis ibu rumah tangga, bernama Desi (35 ), warga Sungai Kambang, Telanaipura Jambi. Malam itu, pelaku berhasil mengambil handphone jenis BlackBerry (BB) seharga Rp 4 juta milik korban.
Namun, aksi Reno diketahui warga yang sudah membuntutinya sejak dia bergerak dari wilayah Kotabaru. Saat Reno mau membawa HP korban kabur, dia langsung disergap warga dan digebuki hingga bonyok. Selanjutnya dia digiring ke Polsekta Telanipura.
Selain Desi, dari data pihak kepolisian, korban hipnotis komplotan Reno dengan modus yang sama, antara lain N Cahyo (16 ), warga RT 24 No 60 , Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan. Kerugiannya berupa HP Nokia 6303 seharga Rp 1 ,2 juta. Kemudian Chairul Amin(16 ), warga RT 21 , No 20 , Kelurahan Rawasari, Kecamatan Kotabaru dengan kerugian berupa HP Nokia tipe 2600 seharga Rp 450 ribu.
Korban selanjutnya, Sofian (22 ), warga Perumahan Aur Duri 2 , Mandalo Darat dengan kerugian berupa HP seharga Rp 500 ribu. "Warga sudah membuntuti pelaku sejak dari Kotabaru. Ketika pelaku melancarkan aksinya di Sungai Kambang, warga langsung melakukan penggerebekan," ungkap Kapolsek Telanaipura, AKP Agus Sunarno kepada Jambi Independent, kemarin.
Menurut Agus, modus operandi kelompok Reno cs ini tergolong baru. Mereka sengaja menaruh dompet yang sebelumnya telah diisi emas palsu lengkap dengan surat menyuratnya di pinggir jalan. Pelaku sendiri, berada tak jauh dari dompet yang ditinggal tersebut, sembari memantau bila ada target lewat.
Ketika ada yang lewat dan mengambil dompet tersebut, dialah yang menjadi sasaran target pelaku. Sesaat setelah korban mengambil dan asyik memeriksa isi dompet yang sengaja ditaruh di jalanan, pelaku langsung melancarkan aksinya.
Pelaku menghampiri korban dan mengatakan bila dompet itu milik orang tuanya yang terjatuh. Lalu, dia (pelaku) menjelaskan isi dompet, sehingga meyakinkan korban dompet itu memang benar milik orang tuanya. Kemudian, pelaku berpura-pura akan memberikan imbalan kepada korban sebagai bentuk ungkapan terima kasih.
Jika merasa mendapat respon, lalu pelaku melancarkan aksi tahap berikutnya. Pelaku meminjam HP milik korban dengan alasan untuk menelpon orang tuanya. Setelah HP berhasil berpindah tangan, pelaku kemudian pura-pura hendak mengisi pulsa. Sebagai jaminan, pelaku menyerahkan dompet berisi emas palsu kepada korban.
Awalnya, korban tak sadar bila ditipu. Seakan-akan korban percaya saja dan merasa seperti dihipnotis oleh pelaku. Korban mulai merasa tertipu ketika melihat emas jaminan itu palsu. Setelah sadar ditipu, pelaku sudah lenyap dari hadapan korban.
"Pelaku memanfaatkan rasa girang korban yang sedang menemukan dompet berisi emas tersebut. Apalagi emas itu lengkap dengan surat pembeliannya. Ketika korban merasa girang itulah pelaku datang menghampiri dan mulai melancarkan aksinya. Dari pengakuan beberapa korban, mereka seperti merasa dihipnotis sehingga menuruti saja keinginan pelaku," jelas Agus.
Kanit Reskrim Polsek Telanaipura IPDA Arief Nazaruddin menambahkan, bahwa mereka sudah mengamankan pelaku sekaligus barang bukti berupa dua buah HP jenis Nokia tipe 6303 dan BlackBerry milik beberapa korban. Dia mengaku masih mendalami kasus ini sampai sejauh mana jumlah korban yang tertipu oleh aksi yang dilakukan Reno dan komplotannya.
"Jumlah korban penipuan dengan modus yang sama diketahui ada sembilan orang. Yang baru melapor tiga orang. Enam lainnya belum tahu sudah melapor atau belum. Bagi korban yang belum melapor segera melihat tersangka ke Polsek Telanaipura Jambi," katanya.
Kasus penipuan dengan cara menghipnotis sudah sering terjadi di Jambi. Modusnya antara lain, pelaku pura- pura menanyakan alamat atau nama salah satu jalan di Kota Jambi. Begitu ada respon dari korban, mereka langsung beraksi.
Jurus Tangkal Hipnotis
Hipnotis atau gendam adalah kejahatan penipuan menggunakan metode hipnotis (hypnosis) dipercaya menggunakan ilmu hitam atau magic atau sihir. Padahal secara teknis, gendam merupakan salah satu atau gabungan dari teknik shock induction, ericksonian hypnosis, dan mind control (telepati, magnetism) dan termasuk dalam metode hypnosis modern yang sudah dikenal di dunia barat.
Secara teknis, untuk menghindari kejahatan hipnotis sangatlah mudah. Berikut ini tip dan trik untuk menghindari kejahatan gendam / hipnotis jalanan:
Pertama, percaya dan yakin sepenuhnya bahwa kejahatan hipnotis tidak akan mempan kepada orang yang menolaknya, karena seluruh proses hipnotis adalah proses "self hypnosis" (kita mensugesti diri sendiri) dimana rasa takut kita dimanfaatkan oleh penggendam.
Lalu, kedua, curigalah pada orang yang baru Anda kenal dan berusaha mendekati Anda, karena seluruh proses hipnotis merupakan teknik komunikasi yang sangat persuasif.
Selanjutnya, waspadalah terhadap orang yang menepuk Anda dan hindari dari percakapan yang mungkin terjadi. Ketika Anda fokus pada ucapannya, pada saat itulah sugesti sedang dilontarkan. Segeralah pindah dari tempat itu dan alihkan perhatian Anda ke tempat lain.
Tips yang keempat, sibukkan pikiran Anda dan jangan biarkan pikiran kosong pada saat Anda sedang sendirian di tempat umum, karena pada saat pikiran kosong/bengong, bawah sadar terbuka sangat lebar dan mudah untuk tersugesti.
Kemudian, waspadalah terhadap rasa mengantuk, mual, pusing, atau dada terasa sesak yang datang tiba-tiba secara tidak wajar, karena kemungkinan saat itu ada seseorang yang berusaha melakukan telepathic forcing kepada Anda. Segera niatkan untuk membuang seluruh energi negatif tersebut ke bumi, cukup dengan cara visualisasi dan berdoa menurut agama dan keyakinan Anda.
Langkah selanjutnya, bila ada orang yang memiliki kebiasaan "latah" usahakan agar kalau bepergian ditemani oleh orang lain, karena latah adalah suatu kebiasaan membuka bawah sadar untuk mengikuti perintah.
Selain itu, hati-hati terhadap beberapa orang yang tiba-tiba mengerumuni Anda tanpa suatu hal yang jelas dan pergilah ke tempat yang ramai atau laporkan kepada petugas keamanan. Kadang penggendam melakukan hipnotis secara berkelompok, seolah-olah saling tidak mengenal.
Terakhir, jika Anda mulai merasa memasuki suatu kesadaran yang berbeda, segeralah perintahkan diri Anda agar sadar dan normal kembali, dengan meniatkan, "Saya sadar dan normal sepenuhnya! " Dan Anda pun akan sadar dan normal kembali. (*/dari berbagai sumber)
sumber: http://www.jambi-independent.co.id

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

2 Komentar:

Memang kejahatan tak ada habis nya,
ada ada saja akal mereka, sekarang tinggal kita sendiri yang harus waspada,
inget pesan bang napi di RCTI
waspadalah.... Waspadalah,

Memang kejahatan tak ada habis nya,
ada ada saja akal mereka, sekarang tinggal kita sendiri yang harus waspada,
inget pesan bang napi di RCTI
waspadalah.... Waspadalah,

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More