Senin, 27 September 2010

Mengenal tari sekintang dayo


PELAYANG BLOG - JAMBI,Banyak cara untuk mengisi waktu luang anak agar terhindar dari pengaruh negatif dari lingkungan atau budaya luar yang ditayangkan melalui TV. Salah satunya dengan mengalihkan rutinitas akhir pekan keluarga dengan mengajak mereka ke komunitas-komunitas budaya. Mengajarkan tari tradisional, misalnya.
Sanggar Tari Sekintang Dayo berada di Taman Budaya Jambi (TBJ), di kawasan Sungai Kambang, Telanaipura, Kota Jambi. Aktivitas tari daerah tersebut bisa direalisasikan orang tua dengan membawa anak-anak melihat, berinteraksi, sekaligus belajar kebudayaan- kebudayaan daerah. Belajar seni tari khas Jambi, salah satunya.
Tak hanya untuk remaja dan orang dewasa, di Sanggar Tari Sekintang Dayo, tari juga sudah diajarkan pada anak-anak. Tujuannya untuk memasyarakatkan budaya pada anak sejak dini.
Berbagai jenis tari tradisional khas melayu Jambi diajarkan di sanggar itu. Seperti Tari Sekapur Sirih, Tari Zapin dan banyak lagi. "Dengan begitu, anak akan lebih menghargai budayanya sendiri, yang akan selalu ditanamkan dalam diri mereka," kata Eri Argawan, pemimpin Sanggar Sekintang Dayo.
Menurut dia, mengenalkan budaya tradisional daerah, - -seperti tari tradisional- kepada anak sangat penting. Meski mereka tidak terus mendalami, suatu saat ketika dewasa, mereka akan tetap memiliki rasa ketertarikan dengan tari daerah.
Sanggar yang telah berdiri pada tahun 1993 itu, memang baru mulai mengkhususkan mengajar tari baru pada tahun 2007. Sebelumnya sanggar ini juga aktif pada teater dan pentas drama. Namun, meski baru tiga tahun mengkhususkan tari, telah cukup banyak menarik peminat dari masyarakat.
Hingga saat ini siswa yang belajar di Sanggar Sekintang Dayo telah mencapai 210 orang. Mereka dibagi ke dalam tiga tingkatan. Yaitu 140 orang tingkat anak-anak, 40 orang tingkat remaja dan 30 orang yang berada di tingkat dewasa. Jenis tari yang diajarkan pun tetap sama, hanya penyampaiannya saja yang berbeda.
Sedangkan untuk pelatihnya, semua merupakan siswa di Sanggar Sekintang Dayo sendiri. Setiap tingkatan memiliki guru yang berbeda. Untuk tingkat dewasa, Eri Argawan turun tangan langsung mengajar menari.
Menurut Eri, di tengah perkembangan zaman yang serba modern dan canggih sekarang ini, banyak kendala yang dihadapi dalam menghidupkan budaya pada anak-anak dan remaja, khususnya tari. Belum lagi karena didirikan secara swadaya, masalah dana juga kerap menjadi masalah internal sanggar.
Tak hanya sekadar tari saja, siswa yang belajar di Sanggar Sekintang Dayo juga sering mengikuti berbagai even. "Mulai dari even daerah, even nasional mereka sering kita bawa. Seperti yang sedang belajar saat ini, mereka kita persiapkan untuk tampil pada hari anak nanti," jelas Eri Argawan. (iis)
sumber:http://jambi-independent.co.id

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

2 Komentar:

.bagaimana cara untuk bergabung di sanggar ini?

Gan...rencana anak saya yg masih sd kelas 2 mau masuk sanggar tari, boleh tau alamatnya dimana gan ?

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More