Jumat, 10 September 2010

Korban Lumpur Lapindo Gelar Tahlil di Atas Tanggul


SIDOARJO- Puluhan warga korban lumpur Lapindo di Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo melakukan tahlil dan tabur bunga di atas tanggul penahan Lumpur, Kamis (9 /9). Kegiatan ini dilakukan untuk mendoakan arwah leluhur dan kerabat yang sudah meninggal dunia.
Menjelang hari raya Idul Fitri 1431 Hijriah, sudah menjadi tradisi bagi umat Islam untuk berdoa dan melakukan ziarah di makam leluhur atau kerabat yang sudah meninggal dunia. Demikian pula yang dilakukan warga korban lumpur menjelang lebaran tahun ini.
Hanya saja doa bersama dan ziarah tersebut dilakukan di atas tanggul penahan lumpur. Pasalnya, makam di desa tersebut sudah lenyap ditelan lumpur. Korban lumpur yang menggelar doa bersama ini adalah warga Kelurahan Siring timur Kecamatan Porong. Tidak hanya sebagai bentuk takziah kepada leluhur, doa bersama ini juga bertujuan agar persoalan ganti rugi korban lumpur segera diselesaikan.
Selesai melakukan doa bersama, warga melakukan ziarah menabur bunga ke kolam penampungan lumpur. Di kolam penampungan lumpur itulah, dulu rumah warga dan makam desa berada. Kini, rumah dan makam tersebut sudah tidak terlihat lagi ditenggelamkan lumpur Lapindo. "Kami hanya bisa melakukan ziarah dari atas tanggul karena makam juga sudah lenyap," kata Roiz, warga korban lumpur Kelurahan Siring Timur.
Seperti diketahui, semburan lumpur Lapindo yang muncul 26 Mei 2006 lalu telah menerjang 12 desa di tiga kecamatan. Hingga saat ini proses ganti rugi dari PT Minarak Lapindo Jaya dan pemerintah dengan uang APBN belum sepenuhnya dituntaskan. Bahkan, terdapat sebagian kecil warga yang belum mendapatkan ganti rugi satu sen pun. (HS/OL-8)
sumber:http://www.mediaindonesia.com

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More