Kamis, 30 September 2010

AS dan Jepang Lancarkan Diplomasi Budaya


PELAYANG BLOG -AS, JEPANG,Dua negara berpengaruh Amerika Serikat dan Jepang mencoba
menjalankan praktik diplomasi lain daripada biasanya di Indonesia melalui program kebudayaan yang mengedepankan interaksi sosio-kultural dalam proses hubungan antarnegara masa kini.
Kedutaan Besar Amerika Serikat baru-baru ini di Jakarta mengundang kelompok musisi "hip hop" Muslim "Remarkable Current" dari negaranya untuk mengadakan serangkaian tur di Indonesia, tidak lama setelah umat Islam berpuasa sebelun penuh dan berhari raya Idul Fitri.
Kelompok yang beranggotakan dua orang penyanyi rap hip hop Tyson dan Kumasi, seorang DJ Arnas Canon, dan seorang drummer Erik Rico itu melangsungkan tur di kota- kota besar Indonesia seperti Jakarta, Medan, Padang, dan Surabaya.
Seorang staf senior urusan kebudayaan Kedubes AS menjelaskan hal tersebut merupakan prakarsa AS dalam mempromosikan budaya musik "hip hop" yang lebih bisa diterima oleh anak muda.
"Kami mengundang perwakilan-perwakilan kelompok Islam Indonesia dan anak-anak muda karena memang acaranya lebih cocok untuk anak muda," katanya dalam mini konser perdana kelompok musik itu di kediaman Dubes AS di Jakarta, Selasa (22 /9).
Dengan inspirasi dari program Departemen Luar Negeri AS untuk mengirim utusan musik dengan diplomasi jazz melalui diplomasi kebudayaannya, "Remarkable Current" membawa lirik-lirik ?hip hop? yang penuh makna.
Mereka bertujuan untuk menyuarakan kepada komunitas global bahwa Amerika dan Islam bukan sesuatu yang eksklusif serta turut berperan serta dalam membantu tanggung jawab presiden Amerika dalam menghilangkan sterotipe negatif tentang Islam di mana pun berada, seperti siaran pers Kedubes AS.
Setelah menggelar konser di beberapa tempat di Jakarta, mereka dijadwalkan menggelar konser kemanusiaan untuk mengenang satu tahun bencana gempa tektonik berkekutan 7 ,9 pada Skala Richter yang melanda Sumatra Barat pada 30 September 2009.
Koordinator Konser "Hip Hop Remarkable Current", Iramady Irdja menjelaskan, tujuan konser itu adalah untuk mengenang tragedi gempa di Sumbar, sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan AS.
Dalam sebuah kesempatan konser yang berlangsung di Hard Rock Cafe, Kamis malam di Jakarta, kedatangan kelompok musisi AS itu disambut baik dengan apresiasi yang meriah oleh para khalayak yang hadir.
Alunan musik yang bernuansa Islam sangat diterima para pengunjung konser yang sebagiaan berusia muda dan merupakan pemeluk agama Islam itu.
"Kami ada di sini karena undangan Kedubes Amerika dan bermaksud menyampaikan pesan bahwa Islam diterima secara luas di Amerika, walaupun masih sedikit warga di sana yang tahu tentang Islam secara komprehensif," kata Arnas Canon, pendiri "Remarkable Current".
Keberadaan duta Hip Hop Muslim Amerika ini dipandang sangat penting dalam membantu proses hubungan dengan negara- negara mayoritas Muslim di tengah "era baru" Amerika Serikat dalam hubungan internasionalnya.
Jepang
Hampir bersamaan, Kedutaan Besar Jepang dan pemerintah DKI Jakarta menyelenggarakan "Jakarta - Japan Matsuri 2010 " pada 25 September - 03 Oktober 2010.
Sangat terasa nuansa kebudayaan Jepang yang ingin dibagi dengan warga Indonesia di Jakarta melalui acara ini, selain tujuan inti dari penyelenggaraan acara tersebut yang bermaksud mempererat hubungan kedua negara.
"Penyelenggaraan Jak- Japan Matsuri merupakan bentuk perayaan persahabatan, baik oleh warga Indonesia maupun Jepang, tempat kita bersama-sama mencurahkan pikiran dan tenaga guna menyalakan api persahabatan," kata Ketua Panitia "Jakarta- Japan Matsuri 2010", Kenichi Kuroda.
Acara yang merupakan festival kebudayaan Jepang itu diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral Jepang-Indonesia di berbagai bidang mencakup diplomatik, politik, ekonomi, bisnis dan juga aspek kebudayaan, kata Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kojiro Shiojiri, dalam jumpa pers di Kedubes Jepang di Jakarta, Kamis.
Ia mengemukakan bahwa acara ini tidak hanya sekedar acara festival biasa antarnegara, tetapi juga diharapkan menjadi nilai tambah untuk memperkenalkan kebudayaan Jepang kepada masyarakat Indonesia.
Kegiatan Jak-Japan Matsuri, yang merupakan kelanjutan dari festival serupa tahun lalu itu meliputi beragam pertunjukan meliputi pemutaran film animasi Jepang, pertandingan olahraga persahabatan, seminar tentang Islam dan Budha, demonstrasi kuliner Jepang, lokakarya, dan juga seminar tentang studi di Jepang.
Acara puncak yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional pada 3 Oktober 2010 diharapkan mampu memikat warga Indonesia untuk berpartisipasi dalam bermacam kegiatan.
"Kami ingin lebih dari sepuluh ribu orang datang ke Monas, kami tidak mau kalah dengan Festival Kebudayaan Indonesia yang pernah diselenggarakan di Tokyo," kata Dubes Shiojiri.
Amerika Serikat dan Jepang tampaknya ingin melakukan diplomasi berbeda di Indonesia, tak melulu fokus pada ekonomi, politik dan pertahanan, tapi menawarkan sisi lain dari yang mereka miliki, yakni kebudayaan.

Sumber :kompas.com

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More