Selasa, 31 Agustus 2010

Meutya Hafid Masuk Parlemen


Siapa yang tak kenal sosok wanita bernama Meutya hafid, jika anda sering nenonton televisi dan berita, anda pasti mengenal nya,
"setelah cukup lama berkarir di televisi, Meutya Hafid kini melanjutkan kiprahnya di dunia politik. Perempuan kelahiran Bandung, 3 Mei 1978, tersebut mengawali karir politiknya dengan masuk Senayan. Hal itu terjadi setelah mantan reporter stasiun televisi yang pernah diculik dan disandera di Iraq selama tiga hari tersebut terpilih sebagai anggota DPR melalui pergantian antar waktu (PAW).
Meutya menjadi wakil rakyat dari Partai Golkar sebagai pengganti almarhum Burhanudin Napitupulu yang meninggal dunia pada 21 Maret lalu. Berdasar penghitungan jumlah kursi pemilu legislatif pada 2009, pemilik nama lengkap Meutya Viada Hafid tersebut meraih suara terbanyak kedua setelah Burhanudin Napitupulu. Jadi, dia memenuhi persyaratan PAW.
"Alhamdulillah, terima kasih atas ucapannya," kata Meutya setelah dilantik menjadi anggota DPR di Jakarta kemarin (30 /8 ). Sebelumnya, Meutya menjajal peruntungan politik dengan menjadi calon wakil wali kota (cawawali) Binjai, Sumatera Utara. Ketika itu, penulis buku 168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Iraq tersebut berpasangan dengan calon wali kota (cawali) Dhani Setiawan. Sayang, pasangan yang diusung Partai Golkar tersebut kalah dalam pilkada Binjai pada 12 Mei lalu.
Meutya membenarkan bahwa proses lima bulan PAW memang memakan waktu. Namun, proses itu dijalaninya dengan kesibukan yang padat. Apalagi, dia disibukkan persiapan pilkada Binjai. "Tapi, komunikasi dengan partai waktu itu lancar sehingga sebenarnya tidak ada kendala," ujarnya.
Meutya mungkin ditempatkan di Komisi II DPR. Di komisi bidang pemerintahan dan pemilu itu pula selama ini Burhanudin Napitupulu bernaung. Namun, Meutya belum memastikan. "Belum final kok, Mas. Mungkin hanya beberapa hari di situ," katanya.
Meski begitu, dia menyerahkan kepada Fraksi Partai Golkar. Hanya, jika boleh memilih, mantan presenter Metro TV tersebut ingin ditempatkan di komisi I yang membidangi masalah media, informasi, luar negeri, dan pertahanan. "Tapi, kan bergantung posisi lowongnya di mana. Untuk saat ini, ayo saja lah di komisi mana," ucapnya lantas tertawa. (bay/c7/dwi)
sumber: http://www.jpnn.com

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More