Kamis, 26 Agustus 2010

Dugaan Penyimpangan di Dishub Tebo


MUARATEBO - Indikasi penyimpangan pekerjaan proyek kembali mencuat di Dinas Perhubungan Tebo. DPRD Tebo menduga, terjadi penyimpangan pada proyek pengadaan alat uji KIR kendaraan dengan anggaran Rp 1 ,620 miliar. Alat yang dianggarkan tahun 2009 dan diadakan oleh CV Ananda Putra itu, sampai sekarang belum bisa digunakan.
Senin (23 /8 ) lalu, komisi III langsung turun ke gedung uji KIR di samping Dinas Perhubungan Tebo, komplek perkantoran Seentak Galah Serengkuh Dayung Km 12. Peninjauan dipimpin langsung ketua komisi III Bambang Prianto yang didampingi anggota komisi. Seperti Suwarno, Iwan Priantono, Kaswadi, Supeno dan lainnya.
"Memang ada indikasi terjadi penyimpangan, makanya kami mengecek langsung," kata Bambang, Senin lalu.
Politisi PBR ini mengatakan, pihaknya menindaklanjuti dari temuan BPK. Namun saat ditanya tentang jumlah yang direkomendasikan BPK untuk dikembalikan, Bambang mengatakan belum tahu secara pasti.
"Saya belum melihat secara lengkap angka yang harus dikembalikan. Kita hanya mengecek untuk mengetahui sejauh mana keseriusan Dishub dalam mengerjakan proyek. Ini untuk kemajuan Tebo juga," katanya, kepada wartawan.
Alat yang dicurigai tidak sesuai spek (spesifikasi), yakni alat uji lampu utama dan sumbu roda kendaraan yang dianggarkan sebesar Rp 192 juta. Kemudian, komputer sistem pengujian mobilisasi kendaraan senilai 174 juta. Pengadaan komputer ini dianggarkan tahun 2009 , namun ditengarai baru dibeli pada tahun 2010. Juga beberapa alat lain diduga tidak sesuai spek yang dianggarkan.
"Kami sebenarnya telah memanggil Kadis Perhubungan untuk menggelar hearing (rapat dengar pendapat). Namun selalu tidak datang. Sebelumnya diagendakan Jumat, namun kadis minta Senin (kemarin, red). Tapi tadi juga tidak datang, hanya mengutus kabidnya untuk hearing," kata Bambang, lagi.
Menurutnya, dewan heran dengan kondisi gedung uji KIR yang belum beroperasi. Sedangkan untuk pengadaan alat itu telah dianggarkan dan selesai dikerjakan. "Ini kan menunjukkan kalau Dinas Perhubungan tidak serius dalam mengerjakan proyek pembangunan. Kesannya, penganggaran ini hanya untuk menciptakan proyek saja, tetapi tidak dimanfaatkan. Kita sangat menyayangkan Kadishub yang tidak proakrif," tegasnya.
Sementara, Sekretaris Dinas Rasmara mengatakan, pihaknya tidak mengetahui pasti persoalan yang terjadi pada pelaksanaan pekerjaan tersebut. Dan mengenai Kepala Dinas Perhubungan M Hatta AK yang tidak menghadiri hearing, menurutnya, kepala dinas sedang tidak berada di kantor sehingga mengutus Arif, seorang kabid di dinas tersebut.
"Tadi pagi Pak Kadis masuk kantor. Tapi tadi pergi melayat orang yang meninggal sehingga tidak dapat menghadiri hearing," tandasnya.(usa)

sumber: http://www.jambi-independent.co.id

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More