Rabu, 04 Agustus 2010

Bocah 20 Bulan dengan Karya Luar Biasa..


Menunggu HM Jusuf Kalla datang membuka pameran bertajuk "The Wonders of Nature", Selasa (3 /8 /2010) di Main Atrium Summarecon Mal Serpong, Tangerang, Provinsi Banten, seorang bocah lelaki berusia di bawah tiga tahun (batita) menangis. Ia tampak gelisah karena lama menunggu. Padahal, oleh ibunya, sudah diberikan mainan mobil- mobilan.
Tatkala pameran dibuka 30 menit kemudian, Jusuf Kalla yang mantan Wakil Presiden RI dan kini Ketua Palang Merah, kaget. Karena dilapori panitia ada bocah pelukis yang ikut pameran bersama dengan pelukis- pelukis terkemuka.
Si bocah yang merengek tadi, jadi terdiam digendongan ibunya, Agustina Soemarko (20), ketika para pelukis foto bersama dengan Jusuf Kalla, Dirut PT Summarecon Agung Tbk Johannes Marzuki, dan Pemilik Rockwood Gallery Salahuddin Nyak Kaoy, selaku pemrakarsa pameran.
"Mana lukisan karya si bocah?" tanya Jusuf Kalla, yang seusai foto bersama langsung menuju kanan pentas, tempat lukisan si bocah dan karya ibunya dipajang di panel. "Luar biasa!" kata Jusuf Kalla, setelah mematut-matut lukisan.
Bocah luar biasa itu adalah Isaac Salahuddin, yang tanggal 8 Oktober mendatang genap berusia 2 tahun.
Menurut ibunya, Agustina Soemarko, Isaac di rumah adalah anak yang selalu ceria. Ia sangat menyukai mobil-mobilan dan lukisan. "Melihat saya melukis, ia lalu minta kanvas. Mengambil sendiri akrilik dengan warna yang ia sukai dan mulailah Isaac beraksi. Dua-tiga kali gores, kanvas ia tinggalkan dan ia pun asyik dengan mainannya. Berselang beberapa menit kemudian, ia tambahkan goresan di kanvas. Kalau ia minta kanvas baru, berarti lukisan di kanvas sebelumnya sudah selesai. Karena belum bisa menuliskan nama, untuk pertanda karyanya itu, Isaac membubuhkan cap tangan," cerita Agustina.
Issac yang lahir di Boston, Massachusetts, USA, mulai berkarya dengan media pensil warna di kertas, lalu berkembang dengan media akrilik untuk menyalurkan ekspresinya di atas kanvas. Dan saat itulah talenta seninya terungkap.
Bersama ibunya, yang mengembangkan hobi melukisnya di atas kanvas beberapa tahun lalu, Isaac turut memamerkan 11 lukisan di kanvas yang relatif besar (50 x 50 cm dan 90 x 70 cm) untuk bocah seukuran dia. Karya- karya Isaac, antara lain berjudul Enter the Dinosaur, Hand on Fu, Farmers Rich harvest, Home Sweet Home, dan The Dragon and the Gold Bar.
Karya-karya Isaac tersebut bersanding dengan karya pelukis-pelukis terkemuka lainnya, yang berpengalaman pameran di dalam dan luar negeri, seperti Sri Hadhy, Nani Injo, Indran Yusup, Trip D Sasono, dan termasuk karya-karya ibunya.
Soal judul lukisan, Agustina yang memberi judul, setelah mengapresiasi lukisan karya anaknya tersebut. "Dia belum lancar bicara, namun untuk melukis dia yang pilih warna-warna yang diinginkannya," ujarnya.
Mencermati karya-karya impresionis Isaac yang semuanya di atas kanvas berwarna dasar putih, dengan sapuan warna hijau, merah, hitam, dan kuning, serta biru, Isaac sepertinya menguasai sekali masalah komposisi. Ia cerdas menempatkan subyek di tengah bidang kanvas.
Salahuddin Nyak Kaoy mengatakan, pameran digelar untuk memajukan seni dan kerajinan nasional, sambil beramal untuk kemanusiaan. Sebagian dari hasil pameran, disumbangkan untuk kemanusiaan, membantu Palang Merah Indonesia, katanya.
Pameran berlangsung hingga tanggal 8 Agustus 2010.

SUMBER : http://www.kompas.com

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More