Selasa, 06 Juli 2010

Kurang nya perhatian pada daerah pesisir



MUARASABAK - Kondisi lingkungan masyarakat pesisir Kab Tanjab Timur masih memprihatinkan. Sarana tranfortasi, sanitasi, pendidikan, dan kesehatan sangat minim. Bahkan, warganya terpaksa menggunakan air hujan, lantaran belum jaringan air bersih tak ada.
Sekda Tanjab Timur, Edi Kadir, mengatakan Pemkab memprioritaskan pembenahan pada rumah para nelayan yang kini kondisinya masih banyak memprihatinkan. Dari 216.665 jiwa jumlah penduduk Tanjabtim, lebih 36 % diantaranya adalah nelayan dan petani yang bermukim di pesisir pantai.
''Tempat tinggal nelayan dan petambak ini masih memprihatinkan dan belum memenuhi standar kesehatan. Pasokan air bersih dan sarana kesehatan belum memadai membuat masyarakat terpaksa memafaatkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Minimnya sarana tranfortasi, sanitasi, pendidikan, dan kesehatan juga menjadi kendala atau penghambat lajunya pertumbuhan ekonomi warga,'' ungkap Edi Kadir.
Pemkab menigkatkan peran dan fungsi Dinas Kelautan Dan Perikanan guna mengoptimalkan SDA yang ada. Mengedepankan fungsi dan peran perikanan, diyakini akan mampu menigkatkan taraf hidup warga pesisir dan nelayan. Dengan sendirinya, juga akan berdampak pada peningkatan perbaikan lingkungan.
Rawan Kebakaran
Pemukiman warga pesisir Kab Tanjabtim ini juga rawan kebakaran. Setidaknya dalam setahun terjadi 2-3 kali kebakaran. Ini dipicu oleh rumah warga yang rata-rata terbuat dari kayu dan berderet. Ini pulalah yang membuat warga sulit mendapatkan kerjasama atau masuk sebagai anggota asuransi.
Ironisnya, tak ada alat pemadam kebakaran di tiap perkampungan. Memang ada beberapa daerah yang sudah punya mesim pemadam kebakaran per RT, seperti Kec Nipah Panjang. Namun, dalam pandangan pihak asuransi itu masih belum maksimal. Padahal, alat pemadam kebakaran seperti ini jugalah yang selama ini dimanfaatkan dalam beberapa kali kebakaran di daerah ini.
''Karena itu, kita tentu sangat prihatin terhadap kondisi seperti ini. Padahal, masyarakat sangat membutuhkan asuransi. Pihak asuransi sebelum melakukan kerjasama atau merekrut anggota, terlebih dahulu mensurvei lapangan. Kalau kondisi kerawanannya cukup tinggi, maka asuransi pasti tak mau. Tidak ada asuransi yang mau rugi,'' kata anggota DPRD Tanjabtim, Yudi Hariyanto, kemarin.
(bim)
sumber: http://www.jambiekspres.co.id

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More