Jumat, 02 Juli 2010

Adat Minangkabau Berhenti pada Hafalan



Padang,Sumbar - Adat dan beragam hasil kebudayaan Minangkabau dalam beberapa tahun terakhir cenderung berhenti pada aspek hafalan semata. Substansi ataupun filosofi ajaran yang terkandung di dalamnya tidak bisa dipraktikkan karena makin langkanya pemahaman dan tafsir.
Praktisi kebudayaan Minangkabau yang juga dosen di Universitas Negeri Padang dan Universitas Andalas Padang, Musra Dahrizal Katik Mangkuto, Selasa (29 /6), mengatakan, saat ini terjadi pendangkalan makna kebudayaan.
Ia mencontohkan, saat ini banyak orang bisa menghafalkan berbagai pantun atau petatah-petitih yang berisi petuah ataupun nasihat, tetapi sama sekali tidak bisa memahami apa maksud yang terkandung di dalamnya.
Musra yang juga menjadi dosen tamu di University Hawaii, Manoa, Amerika Serikat, dan Akademi Seni Warisan Budaya Kebangsaan Malaysia menyebutkan, saat ini nyaris tidak ada lagi yang mampu menafsirkan soal adat dan budaya Minangkabau.
"Memang ada di buku dan bisa dibaca, tetapi tidak ada yang tahu lagi pemahaman (soal budaya) secara lebih mendalam," kata Musra yang akrab dipanggil Mak Katik itu.
Padahal, imbuh Mak Katik, ada kerinduan yang sangat dalam dari masyarakat, terutama masyarakat Minangkabau, untuk bisa mengetahui arti sesungguhnya dari adat dan berbagai ragam budaya yang selama ini ada. Kerinduan itu terutama dijumpainya saat memberikan ceramah dan kuliah di sejumlah tempat.
Dampak dari keadaan tersebut, imbuh Mak Katik, ialah terjadinya praktik kehidupan yang tidak baik menurut yang seharusnya. Hal itu, kata Mak Katik lagi, misalnya tecermin dari adab berbusana dan berbicara yang sudah tidak lagi mengikuti aturan adat. (INK)
Sumber: http://www.kompas.com

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More