Rabu, 09 Juni 2010

Ternyata Cabai Bisa Membakar Lemak


Jakarta, Sedang berdiet menurunkan berat badan? Hmm... coba saja makan lebih banyak sambal dan makanan berbumbu pedas. Ternyata rasa pedas dan panas cabai bisa membakar ekstra kalori dan lemak. Inilah hasil riset terakhir dari Los Angeles Amerika!
Para peneliti dari University of California Los Angeles melakukan penelitian.. terhadap kandungan capsaicin yang ada di dalam cabai. Untuk mengetahui apakah zat tersebut bisa membantu orang yang sedang berdiet. Disebut sebagai DCT atau dihydricapsiate yang tidak sepedas jalapenos (cabai Mexico). Mereka ingin mengetahui apakah rasa pedas panas cabai bisa memanaskan tubuh dan membuat pembakaran kalori dan lemak menjadi lebih baik.
"DCT mendorong pembakaran kalori lebih banyak setelah tes makanan," demikian kesimpulan David Heber, MD, PhD, penulis dan pendiri UCLA Center for Human Nutrition seperti yang dilansir WebMD. Daya dorongnya tidak terlalu besar - membakar sekitar 100 ekstra kalori pada wanita berbobot 55 kg dan 200 ekstra kalori pada pria berbobot 100 kg. Pembakaran lemak juga terjadi meskipun kecil.
Meskipun DCT secara sturktur berhubungan dengan capsaicin yang ada pada cabai tetapi tidak memberi 'sengatan', tutur Amy Lee salah seorang peneliti di UCLA. Riset awalnya diikuti 51 wanita dan pria dan terakhir tinggal 33 orang yang bertahan. Semuanya menderita kegemukan dan dibeli makanan cair sebanyak 800 kalori per hari.
Peserta kemudian secara acak diberi kapsul placebo atau DCT sebanyak 3 mg atau 9 mg, tanpa diberitahu sebelumnya. Setelah 4 minggu barulah peneliti mengukur rate metabolisme dan produksi panas atau energi setelah tes makanan 400 kalori cair. Orang yang mengkonsumsi 9 mg kapsul prosuksi panasnya meningkat dan pembakaran lemak bertambah, dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi placebo.
"Diperlukan studi lanjutan untuk produk penurun berat badan', demikian tutur Lauri Byerley, PhD, RD seorang profesor peneliti di Louisiana State University Health Sciences Center, New Orleans. Ia juga menunjukkan bahwa orang yang diteliti di UCLA merupakan orang yang menderita obesitas, mengkonsumsi makanan yang sangat rendah kalori, diet cairan dan diawasi oleh tenaga kesehatan profesional.
Tentu saja hal ini akan berbeda dengan orang yang berdiet dengan mengurangi porsi. Orang yang menjalankan diet cairan akan lebih cepat turun beratnya, tidak melambat seperti jika mengkonsumsi DCT. Namun DCT yang dipakai dalam penelitian belum tersedia di pasaran.
Oleh karena itu untuk hasil optimal, selain DCT bisa ditambahkan konsumsi cabai dan rempah dalam makanan. Sedangkan manfaat pembakaran kalori dalam suatu program diet hanyalah manfaat tambahan, bukan tujuan utama dalam beridiet.

Dikutip dari http://www.detik.com

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More