Selasa, 08 Juni 2010

Nasib perjuangan hidup suku anak dalam di jambi


Kerusakan Hutan Hilangkan Mata Pencaharian
Dulu warga suku anak dalam (SAD) yang juga dikenal dengan sebutan orang rimba, mencari makan dengan berpindah-pindah di tengah hutan. Namun, belakangan kondisi itu mulai berubah. Setidaknya bagi sebagian warga SAD yang berada di sekitar Kota Muarabulian. Kini, sebagian dari mereka tak lagi menggantungkan diri dari mencari hasil hutan seperti yang dilakoni oleh nenek moyang mereka sejak zaman dulu kala...
Kerusakan hutan yang terjadi akibat perambahan liar selama beberapa tahun belakangan menjadi salah satu alasan mengapa mereka rela meninggalkan hutan yang selama ini identik dengan keberadaan orang rimba. Jika dulu, hutan menjadi ladang bagi mereka untuk mencari nafkah keluarga. Belakangan mereka mengaku kesulitan menggantungkan hidup dengan mengandalkan hasil hutan.Pasalnya, kerusakan lahan yang cukup serius telah menghilangkan mata pencaharian mereka yang mereka tekuni selama ini. Akibat dari kerusakan hutan itu, sebagian warga SAD nekat banting stir menjadi peminta-minta di jalanan untuk menyambung hidup mereka. Dari pantauan Jambi, kemarin (3 /6) sekelompok warga SAD berjalan mengitari ruas jalan di Kota Muarabulian sembari meminta-minta. Independent
Mereka berusaha meminta belas kasihan dari warga yang lewat. "Hutan dak ado lagi. Kami tepakso minta- minta jadinyo," ungkap salah seorang warga SAD kemarin (3 /6).
Tidak hanya warga SAD yang telah dewasa melakukan aktivitas tersebut. Tapi beberapa anak kecil juga berkeliling bersama rombongan mereka demi mencari sesuap nasi untuk menyambung hidup mereka. Selain berkeliling di sekitar komplek pertokoan di Kota Muarabulian, mereka kadang-kadang juga berhenti di perempatan jalan dan meminta belas kasihan kepada para pengguna jalan yang melintas. "Kami cuma nak numpang cari makan," kata salah seorang warga SAD sembari bergegas pergi saat ditemui kemarin.
Lalu langkah apa yang harus di perbuat pemerintah daerah, untuk melindungi mereka...! Sedangkan lahan tempat mereka mengais nafkah telah gundul,
tidakkah kita prihatin atas nasib mereka..?
Di kutip dari http://www.jambi-independent.co.id

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More