Senin, 28 Juni 2010

Inggris Tutup 600 Website Milik Pemerintah




Kebanyakan pemerintah negara berkembang berlomba-lomba menyajikan sumber informasi secara digital antara lain dengan membuat website resmi. Namun, banyaknya website yang dibuat seringkali tak terurus. Hal yang sama ternyata juga dialami pemerintah negara maju seperti Inggris.
Pemerintah Inggris belum lama ini mengumumkan akan menutup 600 alamat website milik pemerintah. Sekretaris Kabinet Inggris Francis Maude menyatakan langkah tersebut akan menghemat pengeluaran hingga 100 juta poundsterling atau sekitar Rp 1 ,5 triliun setahun. Jumlah website tersebut mencapai tiga perempat dari website yang dikelola pemerintah Inggris yang mencapai 820 buah.
"Hari-hari buat situs yang sia-sia telah berakhir. Tidak baik memiliki website yang tidak menyajikan layanan berkualitas tinggi sesuai harapan dan kebutuhan masyarakat," ujar Maude seperti dilansir Telegraph, Sabtu (25 /6 /2010).
Ia mengatakan setiap pengelola situs pemerintah diminta melakukan review terhadap kebutuhan dana pengelolaannya, manfaat yang bisa diberikan, dan apakah masih bisa memberikan layanan lebih baik. Pada September nanti semua website akan diperingkat dan hanya 25 persen yang paling baik dipertahankan. Untuk sementara Pemerintah Inggris tidak akan membuat website baru kecuali atas izin dewan efisiensi keuangan yang dibentuk pemerintah.
Laporan yang dilansir Kantor Pusat Informasi Inggris menyatakan untuk membangun 46 situs saja, pemerintah Inggris telah menghabiskan 94 juta poundsterling selama 2009- 2010 . Belum termasuk biaya staf pengelola yang mencapai 32 juta poundsterling.
Sumber: kompas.com

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More