Senin, 24 Mei 2010

Sepeninggal Gesang di Waktu Petang

0
"Bengawan Solo, riwayatmu ini, sedari dulu jadi, perhatian insani," Puluhan remaja menyanyikan lagu Bengawan Solo dengan syahdu dari atas kursi roda. Keterbatasan fisik tidak menyurutkan gairah mereka, melantunkan hingga habis lagu peninggalan maestro kerongcong, Gesang.
Mereka berderet-deret disamping rumah duka bersama puluhan orang lainnya untuk melepas kepergian sang legenda. Di bagian punggung seragam sekolah yang mereka kenakan, terpampang tulisan Sekolah Luar Biasa Yayasan Pembinaan Anak Cacat (SLB YPAC) Solo.
Salah satu siswa, Iqbal, yang mengalami kelumpuhan kaki mengatakan dirinya berada disitu sebagai penghormatan terakhir untuk tokoh budaya yang baru saja tutup usia.
Keberadaan para siswa SLB tersebut merupakan satu bagian kecil dari rangkaian panjang upacara pemakaman Gesang Martohartono.
Berpusat di rumah duka, rumah sederhana dengan beberapa ornamen kayu di beberapa sisi"-sumber berita..

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More