Jumat, 28 Mei 2010

Iwan fals peduli lingkungan

Diguyur hujan deras dan ditiup angin kencang, dengan gitar akustiknya vokalis dan pencipta lagu Iwan Fals terus memainkan musiknya di panggung untuk menghibur sambil menyerukan pesan peduli lingkungan hidup-- menanam, menyiram, dan menjaga pohon.
Setelah penanaman pohon trembesi di sepanjang jalan Semarang-Kudus, sebagai penutup tahap pertama Djarum Trees for Life, program penanaman 2.767 pohon trembesi, terdengar Iwan Fals dielu-elukan oleh dua ratusan penyuka musiknya yang juga rela berbasah-basah di bawah hujan yang turun diDesa Wonosalam, Kecamatan Gajah, Demak, Jawa Tengah, pada Kamis (27 /5 /2010) sore.
Iwan membuka pertunjukannya di pentas di tengah sawah itu dengan lagu "Hutanku". Kata Iwan, ia mencipta lagu tersebut dari puisi karya mantan Menteri Kehutanan MS Kaban. "Hutan adalah kegelisahan mantan Menteri Kehutanan, MS Kaban, yang melihat penggundulan hutan belantara. Dia bikin puisi, lalu dikasih ke saya, dan akhirnya saya bikin lagu, lalu saya rekam dalam album," terang Iwan.
Usai lagu pertama dinyanyikannya, hujan semakin menjadi. Orang Indonesia (OI), komunitas penggemar Iwan, yang sangat bersemangat menonton penampilan Iwan, seakan juga tak peduli lagi dengan tanah becek sawah. "Lagu yang berikutnya adalah 'Pohon Kehidupan', yang saya masukkan dalam album Wakil Rakyat. Memang, menanam pohon itu solusi," ujar Iwan sebelum "Pohon Kehidupan" meluncur.
Menjelang akhir lagu "Pohon Kehidupan", para penonton menembus barikade merapat ke tepi panggung. Melihat antusiasme mereka, Iwan tak mau ketinggalan untuk turun dari panggung sambil terus memainkan gitarnya dan basah kuyup kehujanan. Beberapa petugas keamanan pun segera melakukan pengawalan untuk Iwan dan memintanya kembali ke panggung.
"Siram Tanaman" menjadi lagu berikutnya, lagu ketiga. Namun, tiga lagu tak membuat para penonton puas. Agaknya mereka menunggu hit-hit lama Iwan. "Ok, selanjutnya lagu 'Bento', karena Bento yang merusak pohon selama ini," seru Iwan sambil memulai intro lagu "Bento", yang khas itu.
Usai Bento meluncur, sebagai penutup pertunjukannya yang singkat tapi berkesan bagi para penonton itu, Iwan menyuguhkan "Bongkar". "Kalau pohonnya sudah ditanaman, ayo kita rawat, sayang kan kalau malah dibongkar," seru Iwan.

Dikutip dari:
http://www.kompas.com

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More