Minggu, 30 Mei 2010

Cagub ditantang dalam forum debat kandidat


JAMBI - Empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jambi yang bakal berlaga di pilgub Jambi 19 Juni mendatang, ditantang dalam forum debat kandidat. Menurut anggota KPU Provinsi Jambi, Kasrianto, debat kandidat itu akan dilakukan sebanyak lima kali. Dua kali debat Cagub, dan dua debat cawagub. Terakhir akan disandingkan antara cagub- cawagubnya, semua ikut debat.
Debat kandidat cagub, sambungnya, akan...
dilakukan pada 2 dan 9 Juni, sementara debat cawagub akan dilakukan pada 5 dan 12 Juni.
"Yang bersama itu direncanakan tanggal 15 Juni," ungkap Kasrianto.
Debat akan dilakukan di salah satu hotel di Jambi, dan akan disiarkan melalui TVRI Jambi secara langsung.
"Hari terakhir, direncanakan disiarkan langsung (live) di Metro TV, namun kandidat harus mau membayar Rp 100 juta, untuk biaya iklan dan operasional Metro TV," sebutnya. KPU, lanjut Kasrianto, hanya punya anggaran dana sekitar Rp 50 Juta untuk debat, dan itu hanya cukup untuk biaya sewa tempat dan biaya siaran di TVRI saja.
"Jadi kalau mau tampil di Metro TV, kandidat harus mengeluarkan uang sendiri," sebutnya lagi.
Beberapa waktu lalu, beberapa kandidat saat dikonfirmasi oleh KPU menyatakan setuju untuk membayar ke Metro TV.
"Zulfikar Achmad misalnya, dia bersedia membayarnya, dia saya tanya saat menandatangani kesepakatan pilkada damai di lapangan kantor gubernur beberapa waktu lalu," sebut Kasrianto.
"Demikian juga Hich," tambahnya.
Di pihak HBA, tim suksesnya saat dikonfirmasi mengaku masih akan mendiskusikannya kepada HBA sendiri.
"Kalau Safrial, anggota KPU yang lain yang konfirmasi, dan dia mengatakan, Safrial siap kalau kandidat yang lain siap," tutupnya.
Rahmat Eka Putra, bendahara tim sukses gabungan partai pengusung HBA saat dikonfirmasi mengatakan, HBA siap membayar iklan yang disyaratkan Metro TV itu.
"Jambi ini provinsi besar, kita harus mulai promosikan di tingkat nasional," bebernya.
Pengamat politik Jambi Navarin Karim saat dimintai komentarnya terkait debat kandidat mengatakan, hal itu merupakan hal yang penting bagi masyarakat Jambi.
"Masyarakat dapat melihat bagaimana kualitas kandidat yang akan mereka pilih, dan itu dapat menentukan," jelansya.
Debat, lanjut Navarin, juga akan mengurangi potensi money politic. "Ya, harapannya masyarakat memilih memang karena visi-misi mereka yang mereka sampaikan," tambah Navarin.
Bagi kandidat, debat merupakan momen yang harus dimanfaatkan dengan baik untuk menunjukkan kualitas dan visi - misi apa yang akan dilakukannya jika nantinya terpilih.
"Debat bukan berarti ujian, tapi debat itu tempat mereka menunjukkan kualitas dan apa yang akan mereka perbuat untuk Jambi ini," jelasnya.
"Kandidat tidak perlu takut, kalau apa yang mereka sudah programkan itu bagus, tentu tidak akan sulit menghadapi debat itu," bebernya. Terkait visi-misi yang akan disampaikan oleh kandidat, Navarin yang juga dosen STIPOL NH ini mengatakan, ada baiknya visi-misi itu berbeda dengan kandidat lain.
"Dia harus punya visi-misi yang menarik dan tegas, juga rasional untuk dapat diwujudkan," jelasnya.
Lalu, bagaimana jika visi- misi itu tidak jauh berbeda dengan kandidat lainnya ?
"Kandidat bisa mempertajamnya dalam program-program. Tentu hal ini tidak mungkin sama. Siapa yang tajam dan unik programnya, tentu itu akan lebih disukai oleh masyarakat," tukasnya.
(wne)

Sumber berita:
http://www.jambiekspres.co.id

BERBAGI KE:
lintasberita

Berita Terkait:

0 Komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas comment nya kawan. Silahkan datang kembali ke blog saya ini ya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More